Menulis berarti menciptakan duniamu sendiri

bagi beberapa orang, menulis adalah cara untuk mengungkapkan perasaannya yang tidak bisa ia jelaskan dengan lisan saja.

MENULIS adalah ungkapan perasaan dan ide-ide kehidupan yang diciptakan melalui kata-kata.

menulis itu harus berani, tanpa henti,yang nantinya akan menjadi tempat pengungkapan semua yang tidak bisa dihentikanakan.

Setidaknya aku mencoba mengenalnya lebih dekat lagi

Saya masih belajar,tentunya karya-karya yang dihasilkan tidak lebih bagus dari mereka yang telah lama menjadi seorang pengarang besar.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 03 Oktober 2015

Teks Anekdot Dan mengkonversi anekdot

Anekdot adalah cerita pendek yang bersifat lucu yang menghibur dan memiliki maksud untuk mengkritik, biasanya yang di kritik dalam teks anekdot berupa layanan publik, hukum, sosial,politik,dan lingkungan.
Tes Anekdot
Ditilang Polisi
            Suatu hari di jalan raya sedang ada rajia, pak Bimo akan pergi ke kantor mengendarai Sepeda motor, Pak Bimo lupa memakai helm, saat di perjalanan menuju kantor, pak Bimo di berhentikan oleh polisi.
Polisi               : “Pak, maaf anda saya tilang!”
Pak Bimo        : “Pak, saya sedang buru-buru”
Polisi               : “Aturan tetap saja aturan, tunjukan SIM dan STNK anda!”
Pak Bimo        : “Pak, ini sim saya, STNK dan uang 50.000”
Polisi               : “Hmm, baiklah,anda boleh melanjutkan perjalanan,tapi maaf,uang anda saya tahan”

Pak Bimo        “Oke, sampai jumpa pak”


Merubah Anekdot ke dalam bentuk puisi

Sederet Angka
karya: Bunga Rusliana


Dikeheningan pagi yang lenyapkan malam
Dikeramaian lampu jalan yang mulai padam
Disiram embun senja yang mengering begitu saja
Ditengah-tengah bisingnya ibu kota
Kutahu kini aturan bia dibeli dengan uang


Sebenarnya tak ada niatan menjadi pembangkang
Kutahu kini aturan bia dibeli dengan uang
Sungguh aku mengenal arti hukuman
Tapi waktu bisikan godaan setan

Hati ini menghela napas keraguan
Pancasila kini hanya sekedar pajangan
Nominal membutakan nurani kebangsaan
Dan nilai membuat kita sama-sama dalam kesenangan

Masihkah ini dibatas wajar
Cibiran bibir hangat terbangkan penyesalan
Aku taksepenuhnya bersalah
Tak seharusnya sederet angka menyingkirkan baktimu pada negara

Bunga Rusliana
X MIPA 5



DRAMA TRAGEDI SEMANGGI DAN PUISI TRAGEDI SEMANGGI

TRAGEDI SEMANGGI


kali ini aku mau post drama dan Puisi tentang tragedi semanggi, aku baper banget nih sama tragedi berdarah yang satu ini.


TRAGEDI SEMANGGI 1
Pada tanggal 11 maret 1998 melalui sidang umum MPR, Soeharto terpilih kembali menjadi presiden RI, serta melaksanakan pelantikan kabinet Pembangunan VII.
Berita Tv         : “Melalui sidang umum  MPR, Soeharto kembali terpilih menjadi presiden RI, serta langsung melaksanakan pelantikan kabinet pembangunan ke-7
Mahasiswa 1   : “Wah, Soeharto terpilih lagi jadi Presiden, mudah mudahan Indonesia menjadi lebih baik lagi yah”
Mahasiswa 2   : “iya betul”
            Setelah berjalan, ternyata keadaan bukannya membaik, perekonomian mengalami kemerosotan dan masalah sosial semakin menumpuk, kondisi dan situasi yang seperti ini mengundang perhatian rakyat.
Berita TV         : “Setelah dilantiknya Soeharto pada bulan maret lalu, perekonomian Indonesia mengalami kemerosotan, harga harga melabung tinggi...” (TV dimatikan)
Mahasiswa 1   : “Bagaimana ini? Kenapa sejak soeharto dilantik kembali perekonomian makin memburuk”
Mahasiswa2    : “Ini tidak bisa dibiarkan, kita harus beri tahu temen teman yang lain. Kita harus menurunkan soeharto, jika terus begini, bagaimana nasib bangsa kita”
Mahasiswa 1   : “ya, saya setuju, ayo kita berangkat sekarang”
            Memasuki bulan Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut turunnya Soeharto dari kursi kepresidenannya. Pada tanggal 19 Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut turunnya Soeharto dari kursi kepresidenannya.
Pendemo 1 : “Turunkan Soeharto! Turunkan Soeharto!”
Pendemo 2 :” Turunkan harga beras!”
Pendemo 3 : “Perekonomian makin memburuk! Kami tidak dapat membeli barang barang   pokok!”
Pendemo 1 : “Ya, Betul! Betul!
Pendemo 2 :” Harga-harga semakin mahal!”
            Pada tanggal 19 Mei 1998 puluhan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya berhasil menduduku gedung MPR/DPR. Akhirnya setelah banyak protes, demonstrasi dan krusuhan. Pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyampaikan pidato pengunduran dirinya.
(Berita TV) : “Pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB di IstanaMerdeka yang dihadiri oleh MENHANKAM/Pangab Wiranto, Mensesneg Saadilah Mursjid, Mentri Penerangan Ahli Dahlan, Mentri Kehakiman Mulani dan Wapres B.J Habibie beserta pimpinan Mahkamah Agung, Ketua DPR, Sekjen DPR. Di hadapan wartawan dalam dan luar negri Presiden Soeharto menyampaikan pidato pengunduran dirinya sebagai presiden. Berikut siaran langsung dari Istana Merdeka”
*(Pidato Soeharto)
Mahasiswa  :”Horeee... Horee..”
Mahasiswa  :”Akhirnya kita berhasil menjatuhkan rezim Soeharto”
Mahasiswa  :”Iya betul, akhirnya berhasil juga”
Mahasiswa  :”Eh...Eh... tapi abis itu siapa yang jadi Presiden?”
Mahasiswa  :”Oh iya ya, nanti kita liat aja perkembangan selanjutnya”
Mahasiswa  :”Oke”
            Usai Presiden Soeharto menyampaikan pidatonya, Wakil Presiden B.J Habibie langsung diangkat menjadi presiden ketiga di hadapan pimpinan Mahkamah Agung. Peristiwa Bersejarah ini disambut dengan haru biru oleh masyarakat terutama mahasiswa yang berada di gedung MPR/DPR. Akhirnya Rezim Orde Baru dibawah kekuasaan Soeharto berakhir dan era Reformasi di mulai di bawah pimpinan B.J Habibie.
*(Penyerahan Kekuasaan Kepada B.J Habibie)
(Berita TV)  : “Naiknya B.J Habibie menggantikan Soeharto mengundang kontroversi hukum karena Soeharto menyerahkan sepihak kekuasaannya kepada Habibie. Pemirsa, berikut pendapat masyarakat tentang diangkatnya Wakil Presiden B.J Habibie menggantikan Presiden Soeharto.”
Reporter         :”Mbak, bagaimana pendapat anda mengenai penyerahan kekuasaan sepihak yang dilakukan Presiden Soeharto kepada Wakil Prsiden Habibie?”
Narasumber 1:” Saya tidak setuju, karena Habibie masih produk Orde Baru, saya masih kurang percaya dengan Pak Habibie”
Reporter          :” Ya, terima kasih Mbak atas waktunya”
Narasumber 1 :”Iya Mbak, sama-sama”
Reporter          :” Permisi Mas, boleh minta waktunya sebentar?”
Narasumber 2   :” Oh iya Mbak, boleh”
Reporter          :” Mas saya mau tanya, bagaimana pendapat Mas tentang penyerahan kekuasaan secara sepihak kepada Wakil Presiden B.J Habibie?”
Narasumber 2 :”Saya sih bersikap netral aja Mbak, soalnya kan Jabatan Presiden sedang kosong, sedangkan Jabatan Presiden kan gak boleh kosong.”
Reporter          :”Baik, terima kasih Mas atas waktunya”
Narsumber 2  :”Iya Mbak sama-sama”
Reporter          :”Permisi Mas, saya mau minta waktunya sebentar “
Narasumber 3 : “Oh iya Mbak boleh, boleh”
Reporter          :” Mas bagaimana menurut Mas tentang penyerahan kekuasaan secara sepihak kepada Wakil Presiden B.J Habibie?”
Narasumber 3 :” Menut saya penyerahan kekuasaan kepada Pak Habibie itu sah-sah saja Mbak”
Reporter           :” Oke, terima kasih ya Mas atas waktunya”
Narasumber 3 :”Oh iya... Mbak sama-sama”
Reporter          :”Ya, Pemirsa demikian pendapat masyarakat tentang diangkatnya Wakil Presiden B.J Habibie menjadi Presiden, kembali ke studio”
            Setelah diangkatnya Wakil Presiden Habibie menjadi Presiden, ada berbagai langkah-langkah kebijakan setelah terbentuknya kabinet Reformasi Pembangunan, antara lain: Kebijakan di bidang politik, di bidang ekonomi, dan kebijakan pada bidang manajemen Internal ABRI. Ditengah-tengah upaya pemerintahan Habibie memenuhi tuntuntan reformasi, Pemerintahan Habibie dituduh melakukan indakan yang bertentangan dengan kesepakatan MPR mengenai masalah Timor-Timur. Pemerintah juga dinilai gagal dalam mengusut kekayaan Soeharto dan kroni-kroninya.
Mahasiswa  : “Gimana sih ini? Masa pengusutan kekayaan Soeharto belum selesai selesai juga?”
Mahasiswa   :”Iya nih, masa belum selesa juga? Atau jangan-jangan Pak Haibie masih bersekutu sama Pak Soeharto?”
Mahasiswa   :”Wah bener juga sih, jangan-jangan”
Mahasiswa   :”Kita harus tuntut Presiden Soeharto agar mau menuntaskan pengusutan kekayaan Soeharto”
Mahasiswa   :”Iya Betul, Betul itu”
(Berita TV)     :”Pemirsa, Para Mahasiswa dariberbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya bergerak menuju ke gedung MPR/DPR, mereka menolak kepemimpinan Presiden Habibie, karena dinilai gagal dalam melaksanakan agenda reformasi untuk memeriksa harta Soeharto dan mengadilinya.”
            Pada tanggal 12 November 1998, ratusan ribu mahasiswa dan msyarakat menuju ke gedung DPR/MPR dari segala arah Slipi-Kuningan-Semanggi, tetapi tidak ada yang berhasil menembus ke sana karena di kawal ketat oleh Tentara, BRIMOB, dan Pamswakarsa. Pada malamhari terjadi bentrok dan ribuan mahasiswa luka-luka dan masuk rumah sakit.
Pada saat penutupan Sidang Istimewa MPR, Jumat 13 November 1998 malam. Terjadi rangkaian penembakan membabi buta berlangsung sejak pukul 15.45 WIB sampai tengah malam. Darah berceceran di kawasan Semanggi, yang jaraknya hanya satu kilometer dari tempat wakil rakyat bersidang. Tujuh belas orang tewas dalam kejadian ini dan 253 mahasiswa luka-luka. Karena banyaknya korban bentrok di kawasan Semanggi, maka bentrokan ini di beri nama “Tragedi Semanggi”.
            Tragedi Semanggi ini merupakan slah satu pelanggaran ham berat dan merupakan kejahatan terhadap kemanusian. Kejaksaan agung telah mengambill sikap terakhir yaitu tidak dapat menindaklanjuti panyelidikan komnas HAM dalam kasus ini. Hal iu disebabkan krena DPR sudah memutuskan bahwa tidak ditemukan pelanggaran HAM berat. Pemerintah selalu menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara hukum, namun kenyataannya penegakan hukum di indonesia kurang ditegakan.



PUISI

NOVEMBER BERDARAH
Tak bosankah kau menjadi raja?
Keegoisanmu mengutuk nasib kita
Ingin ku robohkan keangkuhanmu
Tapi senapan terlanjur bicara
Selembaran,Seruan terpal dan teriakan orasi kita
Mengapa kau jawab dengan senjata?
Kami adalah Bunga,bakal penerus bangsa
Yang kau tebar biji keegoisan
Tumbuh bersama,lalu kau buat menghancur
Dimana arti MERDEKA?
Kami butuh algojo bangsa!
Penegak hak asasi kita
Sudahkah kita temukan makna pncasila?

karya: Bunga Rusliana

Rabu, 24 Juni 2015

Mutiara Alam Indonesia (Baduy)

Aku ingin sekali bisa mengunjungi suku Baduy, sebagai wong Banten aku sangat penasaran dengan mutiara budaya dari Indonesia yang berada di Kabupaten Lebak, Banten ini.
Baduy terkenal akan keunikan, kesederhanaan dan kearifan hidup mereka dengan alam.
Baduy bukan masyarakat yang tertinggal atau terpencil, tapi mereka ingin terus mengikuti amanat nenek moyang mereka dan hidup dalam harmonisasi alam.
Masyarakat Baduy dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu Baduy dalam dan Baduy luar. Pada dasarnya pakaian adat yang dikenakan oleh keduanya sama, hanya saja pakaian yang dikenakan oleh suku Baduy Dalam berwarna putih sebagai perlambang kesucian, sementara pakaian yang dikenakan suku Baduy Luar berwarna hitam dengan ikat kepala biru.

Mutiara Alam Banten

Dihatiku kau dekat
Namun hanya bayangmu yang ku lihat
Kau ada di ujung mata
Tapi hingga kini belum pernah ku sapa
Keindahanmu terpancar keseluruh negeri
Bagai sinar yang hadir di alam mimpi
Dari jauh ku bayangkan
Negeri suci sejuta keindahan
Pondok asri mempesona
Sehitam malam berhias bintang biru
Karena itu kami mengenalmu
Bukannya menerobos dimensi waktu
Tapi ku tahu itu amanat leluhurmu
-Bunga Rusliana

Selasa, 23 Juni 2015

Jejak Jejak Doa


Jejak-Jejak Doa

Mungkin angin hembuskan rasa putus asa
Kini hampir terhenti langkahku di ujung jalan
Saat malam menjadi saksi
Hingga kemudian terbangkan sepi
Membantu bukit menggapai langit
Menyapaku disetiap jejak jejak doa

Ya Robbi...
Aku terlalu lelah menguntai doa yang ku sandarkan di bulan kemarin
Aku tak tahu dimana harus terhenti
Sudah ku tunggu sebelum hujan dan sampai ia pergi
Sudah bertemu dua Desember dan dua Januari
Tapi tak juga ku dapati

Kumohon Ya Robbi...
Berkahi hidupku di bulan suci ini

Ya Robbi...
Ku lafadzkan alif lam mim dalam sebuah bait puisi
Ini adalah sasmita ku dalam setiap reruntuhan doa
Diatas sujud luas sajadah
Saat seraya berbisik syahdu

Ya Robbi...
Tolonglah hambamu ini dengan lembutmu
Menuju cinta Ramadhan mu
Mencari seribu bulan mu..

Bunga rusliana~

Senin, 18 Mei 2015

Tari Cokek ( Tenggelam Dalam Budaya Tabu)

Aku merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia ,negara yang penuh keragaman dan berbagai budaya bangsa.Aku juga bangga Dilahirkan di Provinsi Banten yang kaya akan kebudayaannya, salah satunya adalah Tari Cokek.
Aku sendiri sebenarnya belum pernah menonton Tari Cokek secara langsung sih, Baru nonton di You tobe hihihihi XD

Tari Cokek
Sebagian orang masih merasa asing dengan tarian ini. Cokek adalah seni pertunjukan yang berkembang pada abad ke-19M di Kabupaten Tanggerang, Provinsi Banten.Cokek merupakan
tradisi lokal masyarakat Betawi dan China Benteng. Tari cokek ini di iringi orkes Gambang Kromong, Alunan musik Gamabang Kromong merupakan hasil kombinasi suara yang di timbulkan oleh rebab dua dawai, suling, kempul, gong,kendang,dan kecrek.Gerakan tubuh penari perlahan dan mudah diikuti, formasi memanjang, kaki penari melangkah maju dan mundur diikuti rentangan tangan setinggi bahu yang disesuaikan dengan gerakan kaki, kemudian dilanjutkan dengan ajakan kepada para penonton untuk bergabung dengan cara mengalungkan selendang ke leher penonton sambil menariknya maju kedepan.Busana yang dipakai penari cokek adalah kebaya yang terbuat dari kain sutera barwarna hijau,merah,kuning,dan ungu. rambut penari dikepang dan dipasang sanggul.
Tarian Cokek mirip sintren dari Cirebon atau sejenis ronggeng di Jawa Tengah. Tarian ini kerap identik dengan keerotisan penari, yang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat lantaran dalam peragaannya, pria dan wanita menari berpasangan dalam posisi berdempet-dempetan.
hmm, kalian tau kan, tiap postingan aku ujung ujung nya pasti ada puisi, ya tidak terkecuali dengan postingan ini. Tenang aja, ada kok puisi tentang tari cokek.
check it out...


Tenggelam Dalam Budaya Tabu
karya: Bunga Rusliana

Langit hitam bertabur bintang
Angin malam terbangkan kesunyian
Ditemani tarian kunang kunang
Bersama aku yang semakin terlupakan
Terasing disudut perkotaan
Sepi, hanya itu yang kurasakan

Terdiam dikeheningan malam
memandangi sinar kegelapan
Berjalan diantara bayang rerumputan
Dari jauh samar kudengar
Alunan nada merdu menggoyang pepohonan
Ada apakah gerangan?

Setitik cahaya redup
Dipanggung sepi, jauh dari keramaian
Lantunan musik menuntunku pada tepi pertunjukan
Kepang sanggul dalam satu nada
Kilauan pelangi sutera dalam kegelapan hati
Gerak gadis bermata sipit dalam bayang tabu

Lemah gemulai si Enchi none Betawi
Gadis manis turunan cina
tak peduli perbedaan bangsa budaya
menyatu dalam satu gerak dan irama
Tenggelam dalam alunan Gambang Kromong
Lenggokan Cokek budaya Banten

Perlahan lahan menyatu dengan malam
membentuk rangkaian kumbang diatas dahan
Langkah kaki dan tanagan meyempurnakan
saling bergantian mengisi kepenatan
Terpesona aku dibuatnya

Sehelai selendang terbang menuju angan
Jatuh pada kegembiraan
Membawanya ikut bergoyang
Berbagi tawa kelabu
Mentertawakan bayang semu
berbaur keceriaan penonton dan penari

Bidadari molek yang menari-nari
Bergerak gemulai laksana tuan putri
Berjuang mempertahankan budaya negeri
Tetap menari
meski tak dihargai
Dipanggung ini, yang selalu sepi

Gerakan yang indah menawan
mengandung nilai kebudayaan
semakin lama semakin terlupakan
semakin lama semakin terasingkan

Apakah ini akan terlupakan?
atau memang sudah dilupakan?
Apakah ini akan terasingkan?
atau memang sudah diasingkan?

Cokekku sudah tergerus budaya masa kini
Cokekku seakan hilang ditelan waktu
namun cokekku terus menanti
menggeliat mencari jati diri
berjalan dilangkah semu
cokekku akan tetap abadi
dalam pelukan Ibu Pertiwi.

sumber
https://riniintama.wordpress.com/kebudayaan-tari-cokek/

Kamis, 30 April 2015

MENANGIS YUK!

MENANGIS YUK!
Bagi sebagian orang, menangis merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan emosi, seperti sedih, haru, kesal, marah, dan bahagia.
Menangis memiiki manfaat untuk kesehatan emosional,  biasanya kita merasa lebih lega setelah menangis, karena dengan menangis, kita bisa melepaskan semua beban pikiran dan mengatasi perasaan yang tidak di inginkan. Selain itu, menangis juga bisa membantu kita untuk menurunkan tingkat strees, tapi terlalu sering menangis juga tidak baik loh, menangis juga ga boleh terlalu lama karena akan membuat mata menjadi merah dan bengkak.
Aku ada puisi tentang menangis hahaha, maafkan saya masih belajar hihihiw...

Belum Ada Judul
Karya  :Bunga Rusliana

Kala awan mendung merajuk
Ada embun yang tak tertahankan mengamuk
Dari luapan air mata
Yang bisa saja dari sungai haru dan duka
Memang tak pernah berarti
Karena aku tak mungkin menjadi pengganti
Akankah ada pelangi dilangit gulita?
Bersama sinar bulan yang mungkin ikut serta


sumber:
http://www.seksualitas.net/manfaat-menangis-bagi-kesehatan.htm#_
gambar:
http://i.ytimg.com/vi/1eNkL5bV8U8/maxresdefault.jpg

Minggu, 01 Maret 2015

Bunga Bunga Gugur

Selamat Datang di bungarputri.blogspot.com


Kali ini aku mau share puisi waktu pensi. ceritanya kelas 9a kebagian provinsi DKI Jakarta, dan kita menampilkan kabaret dengan judul Si Pitung , selain itu kami juga menampilkan Tarian Tradisional Dari Jakarta, Ansambel, Perkusi, vocal group, akustik, dan puisi.

Puisi yang ditampilkan bertemakan Percintaan yang menceritakan tentang Kesedihan Maria karena kepergian Pitung. Puisi ini berjudul "Bunga-Bunga Gugur".


...

Bunga-Bunga Gugur

Karya: Bunga Rusliana

Bunga-Bunga yang gugur ini cinta

Cinta ini gaib

Cinta ini Sandiwara dingin

Cinta ini hangat seperti saputangan merah

Cinta ini sederhana, hanya tatapan mata

Bunga-Bunga gugur berjatuhan

Bulan meredup, kini padam keabuan

Menipis, terkikis, lalu habis

Engkaulah sinar kemerlap

Pelita cinta dimalam gelap

Aku hanyut dalam nyatanya mimpi buruk

Aku terlelap dalam duka yang memecah ketenangan

Bunga- Bunga gugur menelusuri jejak kita

hati..

mari lupakan semua cerita

Aku menjadi mendung di penghujan

ditunggu gerimis yang tak kuharapkan

Jika takdir mengharuskanku untuk mengenangmu

Kurela melepas nafasku asalkan tak kehilanganmu

Kututup semua jalan pahit itu

Bunga-Bunga gugur ditepian

kemana kau akan pergi?

Apa mungkin menyusul mentari lalu tak kembali?

kau berbaring, tapi sungguh bukan tidur

Dengan lubang bekas peluru emas didadanya

Disini terbunuh sudah namamu

Yang janjikan perdamaian dahulu

Bunga-bunga gugur lagi

sisanya betebaran dikeringnya hati

Terbang dibadai angin rindu

Rindu rasa... Rindu rupa...

Ruang tangis takdapat menunggu malam lagi

Karena Hujan Terlanjur basahi bumi

Rabu, 25 Februari 2015

Apa Itu Resensi?

HAIIIII... Kalau sebelumnya aku bahas tentang contoh resensi , postingan kali ini aku bakal nahas tentang apa itu  Resensi .
Resensi adalah tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya. Dengan Tujuan menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.Bahasa resensi umumnya singkat, padat, dan tegas.
meresensi buku dapat menambah wawasan dan menambah sikap kritis 

ada tiga bentuk tulisan mengenai resensi:
  1. meringkas
  2. menjabarkan 
  3. mengulas
hal hal yang terdapat dalam resensi
  1. Identitas buku
  2. Tujuan penulis
  3. Tujuan resensator
  4. sinopsis
  5. kepengarangan
  6. keunggulan
  7. kelemahan
  8. kesimpulan
  9. saran

sumber: http://melanisajuliarta.blogspot.com/

RESENSI



RESENSI
ada yang tau novel "Ghost Elevator" ? itu novel terjemahan karya Lee Sin-Hye terbitan Hii fest setebal 163 halaman

Ghost Elevator adalah novel terjemahan yang berasal dari korea.bahasa dan kata kata yang digunakan cukup baku, tapi mudah untuk dipahami. Dari judul dan cover-nya, Pembaca akan segera tahu bahwa ini adalah novel yang bertema horor. Dalam novel ini, pengarang seakan akan membawa pembacanya ke dunia imajinasinya,banyak kejadian kejadian yang mungkin tidak bisa terbayangkan.
Novel ini bercerita tentang sepasang kekasih Ae Young dan Ki Woon yang selalu dihantui oleh seorang wanita berhanbok dan pita panjang persis seperti yang dipakai oleh manekin toko hanbok di deretan ruko kios tradisional. Wanita itu penghuni elevator di Marine Hill. Elevattor anker itu pernah membawa mereka ketempat asing yang menyeramkan
Hari itu Ae Young dan Ki Woon akan menikah,Ae young tiba tiba tersesat, ia terbawa oleh elevator Marine Hill ke lantai 66, tidak ada satupun orang yang bisa mendengar Ae Young disana, Ia seakan akan menghilang.
Dihari pernikahannya Ae Youn digantikan oleh hantu wanita berhanbok yang menjelema menjadi Ae Young, tanpa sepengetahuan orang lain tak terkecuali Ki Woon. Saat pernikahan nya AeYoung tidak mau memakai gaun pernikahan yang telah di sepakati, ia memakai kostum hanbok merah yang begitu indah.upacara pernikahan itu dibatalkan karena banyak kejadian kejadian aneh dalam resepsi pernikahan itu, seperti datangnya orang orang berwajah hitam membawa hamh, meninggalnya Eun Jung secara tragis, dan kecelakaan Ae Young saat di elevator, kepalanya putus terjepit pintu elevator, kemudian ia berubah menjadi cheonyeo gwishin atau kuntianak, sedangkan Ae Young yang sesungguhnya masih hidup dan tidak ada yang mempercayi keberadaan nya.dan Ki Woon hanya bisa menangis mengetahui calon istrinya mati secara tragis.
Seiring dengan berjalannya waktu Ki Woon sadar bahwa sebenarnya Ae Young yang asli masih hidup, dan cheonyeo gwishin itu bukan Ae Young, kemudian semua orang percaya bahwa Ae Young memang masih hidup.
Saat Ae Yong dan Ki Woon melewati toko hanbok di deretan ruko kios tradisional, ternyata toko itu milik Kun Sun dan Ja Hoon, orangtua kandungnya Ae Young yang dulu sempat gila karena trauma akan elevator,kemudian Ae Young di asuh oleh orang tua angkatnya, sekarang mereka dipertemukan dan berkumpul kembali.
Wanita berhanbok itu menepi di balik etalase, kemudian berubah menjadi sesosok manekin dengan tenang dan kaku, namun sepasang matanya masih jelalatan memperhtikan keempat manusia yang saling melepas rindu, kemudian kaca etalase tiba tiba pecah dan manekin itu bergerak dengan sendirinya,ternyata manekin itu adalah Chan Sook, ia melakukan semua ini sebagai sebagian dari pembalasan dendamnya terhadap Ja Hoon, ibu Ae Young. Tiba tiba pintu toko itu berubah menjadi sebuah elevator, kedua pasangan ini sudah pasrah terhadap takdir mereka ikhlas kalau memang mereka harus meti dengan bahagia bersama dengan orang-orang yang di cinta, mereka saling berpelukan. “kita mati dalam cinta...” desis Ja Hoon sambil berlinang air mata. Dari jauh, elevator itu tengah meluncur ke angkasa entah berpa lapis awan yang sudah ditembusnya.elevator itu tiba tiba berbalik jatuh ke bumi,lalu mereka bangun dari jatuhnya. Sedngkan Chan Sook terhenyak dengan dada yang rasanya hampir pecah menyaksikan ketulusan yang tak pernah dimilikinya.
Menurut saya buku ini terlalu banyak hal yang fiksinya, buku ini bisa membuat pembaca mengkhayalkan hal hal aneh yang diceritakan dala novel ini,seharusnya novel ini tidak terlalu banyak menceritakan hal fiksi berbau gaib yag berlebihan, buku ini sangat tidak cocok untuk dibaca anak anak. Kelebihan buku ini adalah alur ceritanya yang mudah dipahami,covernya bagus dan tiap bab di lengkapi gambar,dar segi bahasanya, novel ini sangat mudah dipahami. Pesan yang disampaikan novel ini juga sangat menarik, tentang ketulusan cinta yang bisa melindungi kita


Nama: Bunga Rusliana Putri
Kelas: 9A

Procedural Recount



<br /> Procedural text<br />


PROCEDURAL RECOUNT


Sekarang aku bakal bahas tentang Procedural Recount, ini materi kelas 8. menurut buku catatan "Procedural Recount is the text that retell or record past event such as scient experiment, coocking experience or other experiment."

ini contoh Procedural Recount:

How To Make a Poem

first, determine the theme of the poem to be written. select a theme that corresponds to the mood. because poetry can express what we feel, so we can more easily create poetry.

second, look for words related to theme (usually I make nets words). also specify the figure of speech and diction for poetry to be made.

Third, select the style of writing poetry that we like, we can see an example of the famous poem maker.

After that, we can create our own style as a hallmark.

then, make a daily journal to record things interesting as the material makes poetry. try to exchange insights with friends to increase knowledge.

Now we can make a poem.


Selasa, 24 Februari 2015

Mendung Tanpa Hujan




Tatapanmu adalah bulan dilangit subuh
Mewarpun berkaca-kaca
Angin mengembun rindu yang teduh
Aku tersadar
Bahwa mendung telah menghapus jejak
Dan hujan menebalkan kenangan
Kubuka baris kenangan rindumu
Adakah namaku disana?
Yang kau eja sebagai cinta

Aku berusaha menulis namamu
Kalimat rumit!
Yang tak bisa ku tulis
Semakin kuberusaha
Semakin ku tak bermakna

Pergilah kau seperti uap
Karena kutahu
Kau akan kembali sebagai hujan

Kau harus tahu
Sekarang mendung tak lagi bicara pada hujan
Ia termenung menyelimuti sang bulan
Hingga akhirnya...
Merindukanmu bukan lagi air mata.

Di Ujung Sabit Rembulan



Di Ujung Sabit Rembulan

Saat kamu tersenyum
Aku tak bisa mengukur seberapa jauhnya jarakku dari rasa bahagia
Ingin sekali ku katakan
Betapa berartinya senyummu untukku
Kau hanya butuh waktu sekejap
untuk melumpuhkanku dalam sekali tatap
Kau hanya butuh sedikit waktu
Untuk melumpuhkanku karena senyummu
Dan aku hanya bisa tersenyum padamu
Saat kau tersenyum di ingatanku

Aku terpesona!
Mungkin aku hanya satu dari banyaknya bintang yang terangnya kau campakkan
Sekarang aku menilis namamu
Di balik makna sebuah puisi
Diantara debu, bayang pepohonan, di pagar batu
Aku masih sibuk memikirkanmu
Aku selalu membayangkanmu
Sebagai awan yang lebih indah dari senja

Disini akau hanya bisa mengagumimu dari kejauhan
Karena kamu adalah hujan dibalik jendela
Yang perlahan mengubahku menjadi tetesan air mata
Seharusnya kau percaya pada air mata itu
Karena air mata tidak dapat menyembunyikan apapun
Bahkan rela sengaja dijatuhkan

Disini aku sendiri
Ditemani alunan malam
Diujung sabit rembulan
Bersama air mata yang menghujan