Anekdot adalah cerita pendek yang bersifat lucu yang menghibur dan memiliki maksud untuk mengkritik, biasanya yang di kritik dalam teks anekdot berupa layanan publik, hukum, sosial,politik,dan lingkungan.
Dikeheningan pagi yang lenyapkan malam
Tes
Anekdot
Ditilang Polisi
Suatu
hari di jalan raya sedang ada rajia, pak Bimo akan pergi ke kantor mengendarai
Sepeda motor, Pak Bimo lupa memakai helm, saat di perjalanan menuju kantor, pak
Bimo di berhentikan oleh polisi.
Polisi :
“Pak, maaf anda saya tilang!”
Pak Bimo :
“Pak, saya sedang buru-buru”
Polisi :
“Aturan tetap saja aturan, tunjukan SIM dan STNK anda!”
Pak Bimo :
“Pak, ini sim saya, STNK dan uang 50.000”
Polisi : “Hmm, baiklah,anda boleh
melanjutkan perjalanan,tapi maaf,uang anda saya tahan”
Pak Bimo “Oke, sampai jumpa pak”
Merubah Anekdot
ke dalam bentuk puisi
Sederet Angka
karya: Bunga Rusliana
Sederet Angka
karya: Bunga Rusliana
Dikeheningan pagi yang lenyapkan malam
Dikeramaian lampu jalan
yang mulai padam
Disiram embun
senja yang mengering begitu saja
Ditengah-tengah
bisingnya ibu kota
Kutahu kini
aturan bia dibeli dengan uang
Sebenarnya tak ada niatan menjadi pembangkang
Kutahu kini aturan bia dibeli dengan uang
Sungguh aku mengenal arti hukuman
Tapi waktu bisikan godaan setan
Hati ini menghela napas keraguan
Pancasila kini hanya sekedar pajangan
Nominal membutakan nurani kebangsaan
Dan nilai membuat kita sama-sama dalam kesenangan
Masihkah ini dibatas wajar
Cibiran bibir hangat terbangkan penyesalan
Aku taksepenuhnya bersalah
Tak seharusnya sederet angka menyingkirkan baktimu pada negara
Bunga Rusliana
X MIPA 5
Sungguh aku mengenal arti hukuman
Tapi waktu bisikan godaan setan
Hati ini menghela napas keraguan
Pancasila kini hanya sekedar pajangan
Nominal membutakan nurani kebangsaan
Dan nilai membuat kita sama-sama dalam kesenangan
Masihkah ini dibatas wajar
Cibiran bibir hangat terbangkan penyesalan
Aku taksepenuhnya bersalah
Tak seharusnya sederet angka menyingkirkan baktimu pada negara
Bunga Rusliana
X MIPA 5
0 komentar :
Posting Komentar