Menulis berarti menciptakan duniamu sendiri

bagi beberapa orang, menulis adalah cara untuk mengungkapkan perasaannya yang tidak bisa ia jelaskan dengan lisan saja.

MENULIS adalah ungkapan perasaan dan ide-ide kehidupan yang diciptakan melalui kata-kata.

menulis itu harus berani, tanpa henti,yang nantinya akan menjadi tempat pengungkapan semua yang tidak bisa dihentikanakan.

Setidaknya aku mencoba mengenalnya lebih dekat lagi

Saya masih belajar,tentunya karya-karya yang dihasilkan tidak lebih bagus dari mereka yang telah lama menjadi seorang pengarang besar.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 03 Oktober 2015

Teks Anekdot Dan mengkonversi anekdot

Anekdot adalah cerita pendek yang bersifat lucu yang menghibur dan memiliki maksud untuk mengkritik, biasanya yang di kritik dalam teks anekdot berupa layanan publik, hukum, sosial,politik,dan lingkungan.
Tes Anekdot
Ditilang Polisi
            Suatu hari di jalan raya sedang ada rajia, pak Bimo akan pergi ke kantor mengendarai Sepeda motor, Pak Bimo lupa memakai helm, saat di perjalanan menuju kantor, pak Bimo di berhentikan oleh polisi.
Polisi               : “Pak, maaf anda saya tilang!”
Pak Bimo        : “Pak, saya sedang buru-buru”
Polisi               : “Aturan tetap saja aturan, tunjukan SIM dan STNK anda!”
Pak Bimo        : “Pak, ini sim saya, STNK dan uang 50.000”
Polisi               : “Hmm, baiklah,anda boleh melanjutkan perjalanan,tapi maaf,uang anda saya tahan”

Pak Bimo        “Oke, sampai jumpa pak”


Merubah Anekdot ke dalam bentuk puisi

Sederet Angka
karya: Bunga Rusliana


Dikeheningan pagi yang lenyapkan malam
Dikeramaian lampu jalan yang mulai padam
Disiram embun senja yang mengering begitu saja
Ditengah-tengah bisingnya ibu kota
Kutahu kini aturan bia dibeli dengan uang


Sebenarnya tak ada niatan menjadi pembangkang
Kutahu kini aturan bia dibeli dengan uang
Sungguh aku mengenal arti hukuman
Tapi waktu bisikan godaan setan

Hati ini menghela napas keraguan
Pancasila kini hanya sekedar pajangan
Nominal membutakan nurani kebangsaan
Dan nilai membuat kita sama-sama dalam kesenangan

Masihkah ini dibatas wajar
Cibiran bibir hangat terbangkan penyesalan
Aku taksepenuhnya bersalah
Tak seharusnya sederet angka menyingkirkan baktimu pada negara

Bunga Rusliana
X MIPA 5



DRAMA TRAGEDI SEMANGGI DAN PUISI TRAGEDI SEMANGGI

TRAGEDI SEMANGGI


kali ini aku mau post drama dan Puisi tentang tragedi semanggi, aku baper banget nih sama tragedi berdarah yang satu ini.


TRAGEDI SEMANGGI 1
Pada tanggal 11 maret 1998 melalui sidang umum MPR, Soeharto terpilih kembali menjadi presiden RI, serta melaksanakan pelantikan kabinet Pembangunan VII.
Berita Tv         : “Melalui sidang umum  MPR, Soeharto kembali terpilih menjadi presiden RI, serta langsung melaksanakan pelantikan kabinet pembangunan ke-7
Mahasiswa 1   : “Wah, Soeharto terpilih lagi jadi Presiden, mudah mudahan Indonesia menjadi lebih baik lagi yah”
Mahasiswa 2   : “iya betul”
            Setelah berjalan, ternyata keadaan bukannya membaik, perekonomian mengalami kemerosotan dan masalah sosial semakin menumpuk, kondisi dan situasi yang seperti ini mengundang perhatian rakyat.
Berita TV         : “Setelah dilantiknya Soeharto pada bulan maret lalu, perekonomian Indonesia mengalami kemerosotan, harga harga melabung tinggi...” (TV dimatikan)
Mahasiswa 1   : “Bagaimana ini? Kenapa sejak soeharto dilantik kembali perekonomian makin memburuk”
Mahasiswa2    : “Ini tidak bisa dibiarkan, kita harus beri tahu temen teman yang lain. Kita harus menurunkan soeharto, jika terus begini, bagaimana nasib bangsa kita”
Mahasiswa 1   : “ya, saya setuju, ayo kita berangkat sekarang”
            Memasuki bulan Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut turunnya Soeharto dari kursi kepresidenannya. Pada tanggal 19 Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut turunnya Soeharto dari kursi kepresidenannya.
Pendemo 1 : “Turunkan Soeharto! Turunkan Soeharto!”
Pendemo 2 :” Turunkan harga beras!”
Pendemo 3 : “Perekonomian makin memburuk! Kami tidak dapat membeli barang barang   pokok!”
Pendemo 1 : “Ya, Betul! Betul!
Pendemo 2 :” Harga-harga semakin mahal!”
            Pada tanggal 19 Mei 1998 puluhan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya berhasil menduduku gedung MPR/DPR. Akhirnya setelah banyak protes, demonstrasi dan krusuhan. Pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyampaikan pidato pengunduran dirinya.
(Berita TV) : “Pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB di IstanaMerdeka yang dihadiri oleh MENHANKAM/Pangab Wiranto, Mensesneg Saadilah Mursjid, Mentri Penerangan Ahli Dahlan, Mentri Kehakiman Mulani dan Wapres B.J Habibie beserta pimpinan Mahkamah Agung, Ketua DPR, Sekjen DPR. Di hadapan wartawan dalam dan luar negri Presiden Soeharto menyampaikan pidato pengunduran dirinya sebagai presiden. Berikut siaran langsung dari Istana Merdeka”
*(Pidato Soeharto)
Mahasiswa  :”Horeee... Horee..”
Mahasiswa  :”Akhirnya kita berhasil menjatuhkan rezim Soeharto”
Mahasiswa  :”Iya betul, akhirnya berhasil juga”
Mahasiswa  :”Eh...Eh... tapi abis itu siapa yang jadi Presiden?”
Mahasiswa  :”Oh iya ya, nanti kita liat aja perkembangan selanjutnya”
Mahasiswa  :”Oke”
            Usai Presiden Soeharto menyampaikan pidatonya, Wakil Presiden B.J Habibie langsung diangkat menjadi presiden ketiga di hadapan pimpinan Mahkamah Agung. Peristiwa Bersejarah ini disambut dengan haru biru oleh masyarakat terutama mahasiswa yang berada di gedung MPR/DPR. Akhirnya Rezim Orde Baru dibawah kekuasaan Soeharto berakhir dan era Reformasi di mulai di bawah pimpinan B.J Habibie.
*(Penyerahan Kekuasaan Kepada B.J Habibie)
(Berita TV)  : “Naiknya B.J Habibie menggantikan Soeharto mengundang kontroversi hukum karena Soeharto menyerahkan sepihak kekuasaannya kepada Habibie. Pemirsa, berikut pendapat masyarakat tentang diangkatnya Wakil Presiden B.J Habibie menggantikan Presiden Soeharto.”
Reporter         :”Mbak, bagaimana pendapat anda mengenai penyerahan kekuasaan sepihak yang dilakukan Presiden Soeharto kepada Wakil Prsiden Habibie?”
Narasumber 1:” Saya tidak setuju, karena Habibie masih produk Orde Baru, saya masih kurang percaya dengan Pak Habibie”
Reporter          :” Ya, terima kasih Mbak atas waktunya”
Narasumber 1 :”Iya Mbak, sama-sama”
Reporter          :” Permisi Mas, boleh minta waktunya sebentar?”
Narasumber 2   :” Oh iya Mbak, boleh”
Reporter          :” Mas saya mau tanya, bagaimana pendapat Mas tentang penyerahan kekuasaan secara sepihak kepada Wakil Presiden B.J Habibie?”
Narasumber 2 :”Saya sih bersikap netral aja Mbak, soalnya kan Jabatan Presiden sedang kosong, sedangkan Jabatan Presiden kan gak boleh kosong.”
Reporter          :”Baik, terima kasih Mas atas waktunya”
Narsumber 2  :”Iya Mbak sama-sama”
Reporter          :”Permisi Mas, saya mau minta waktunya sebentar “
Narasumber 3 : “Oh iya Mbak boleh, boleh”
Reporter          :” Mas bagaimana menurut Mas tentang penyerahan kekuasaan secara sepihak kepada Wakil Presiden B.J Habibie?”
Narasumber 3 :” Menut saya penyerahan kekuasaan kepada Pak Habibie itu sah-sah saja Mbak”
Reporter           :” Oke, terima kasih ya Mas atas waktunya”
Narasumber 3 :”Oh iya... Mbak sama-sama”
Reporter          :”Ya, Pemirsa demikian pendapat masyarakat tentang diangkatnya Wakil Presiden B.J Habibie menjadi Presiden, kembali ke studio”
            Setelah diangkatnya Wakil Presiden Habibie menjadi Presiden, ada berbagai langkah-langkah kebijakan setelah terbentuknya kabinet Reformasi Pembangunan, antara lain: Kebijakan di bidang politik, di bidang ekonomi, dan kebijakan pada bidang manajemen Internal ABRI. Ditengah-tengah upaya pemerintahan Habibie memenuhi tuntuntan reformasi, Pemerintahan Habibie dituduh melakukan indakan yang bertentangan dengan kesepakatan MPR mengenai masalah Timor-Timur. Pemerintah juga dinilai gagal dalam mengusut kekayaan Soeharto dan kroni-kroninya.
Mahasiswa  : “Gimana sih ini? Masa pengusutan kekayaan Soeharto belum selesai selesai juga?”
Mahasiswa   :”Iya nih, masa belum selesa juga? Atau jangan-jangan Pak Haibie masih bersekutu sama Pak Soeharto?”
Mahasiswa   :”Wah bener juga sih, jangan-jangan”
Mahasiswa   :”Kita harus tuntut Presiden Soeharto agar mau menuntaskan pengusutan kekayaan Soeharto”
Mahasiswa   :”Iya Betul, Betul itu”
(Berita TV)     :”Pemirsa, Para Mahasiswa dariberbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya bergerak menuju ke gedung MPR/DPR, mereka menolak kepemimpinan Presiden Habibie, karena dinilai gagal dalam melaksanakan agenda reformasi untuk memeriksa harta Soeharto dan mengadilinya.”
            Pada tanggal 12 November 1998, ratusan ribu mahasiswa dan msyarakat menuju ke gedung DPR/MPR dari segala arah Slipi-Kuningan-Semanggi, tetapi tidak ada yang berhasil menembus ke sana karena di kawal ketat oleh Tentara, BRIMOB, dan Pamswakarsa. Pada malamhari terjadi bentrok dan ribuan mahasiswa luka-luka dan masuk rumah sakit.
Pada saat penutupan Sidang Istimewa MPR, Jumat 13 November 1998 malam. Terjadi rangkaian penembakan membabi buta berlangsung sejak pukul 15.45 WIB sampai tengah malam. Darah berceceran di kawasan Semanggi, yang jaraknya hanya satu kilometer dari tempat wakil rakyat bersidang. Tujuh belas orang tewas dalam kejadian ini dan 253 mahasiswa luka-luka. Karena banyaknya korban bentrok di kawasan Semanggi, maka bentrokan ini di beri nama “Tragedi Semanggi”.
            Tragedi Semanggi ini merupakan slah satu pelanggaran ham berat dan merupakan kejahatan terhadap kemanusian. Kejaksaan agung telah mengambill sikap terakhir yaitu tidak dapat menindaklanjuti panyelidikan komnas HAM dalam kasus ini. Hal iu disebabkan krena DPR sudah memutuskan bahwa tidak ditemukan pelanggaran HAM berat. Pemerintah selalu menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara hukum, namun kenyataannya penegakan hukum di indonesia kurang ditegakan.



PUISI

NOVEMBER BERDARAH
Tak bosankah kau menjadi raja?
Keegoisanmu mengutuk nasib kita
Ingin ku robohkan keangkuhanmu
Tapi senapan terlanjur bicara
Selembaran,Seruan terpal dan teriakan orasi kita
Mengapa kau jawab dengan senjata?
Kami adalah Bunga,bakal penerus bangsa
Yang kau tebar biji keegoisan
Tumbuh bersama,lalu kau buat menghancur
Dimana arti MERDEKA?
Kami butuh algojo bangsa!
Penegak hak asasi kita
Sudahkah kita temukan makna pncasila?

karya: Bunga Rusliana