Selasa, 24 Februari 2015

Mendung Tanpa Hujan




Tatapanmu adalah bulan dilangit subuh
Mewarpun berkaca-kaca
Angin mengembun rindu yang teduh
Aku tersadar
Bahwa mendung telah menghapus jejak
Dan hujan menebalkan kenangan
Kubuka baris kenangan rindumu
Adakah namaku disana?
Yang kau eja sebagai cinta

Aku berusaha menulis namamu
Kalimat rumit!
Yang tak bisa ku tulis
Semakin kuberusaha
Semakin ku tak bermakna

Pergilah kau seperti uap
Karena kutahu
Kau akan kembali sebagai hujan

Kau harus tahu
Sekarang mendung tak lagi bicara pada hujan
Ia termenung menyelimuti sang bulan
Hingga akhirnya...
Merindukanmu bukan lagi air mata.

0 komentar :

Posting Komentar