Tatapanmu
adalah bulan dilangit subuh
Mewarpun
berkaca-kaca
Angin
mengembun rindu yang teduh
Aku
tersadar
Bahwa
mendung telah menghapus jejak
Dan
hujan menebalkan kenangan
Kubuka
baris kenangan rindumu
Adakah
namaku disana?
Yang
kau eja sebagai cinta
Aku
berusaha menulis namamu
Kalimat
rumit!
Yang
tak bisa ku tulis
Semakin
kuberusaha
Semakin
ku tak bermakna
Pergilah
kau seperti uap
Karena
kutahu
Kau
akan kembali sebagai hujan
Kau
harus tahu
Sekarang
mendung tak lagi bicara pada hujan
Ia
termenung menyelimuti sang bulan
Hingga
akhirnya...
Merindukanmu
bukan lagi air mata.

0 komentar :
Posting Komentar