Rabu, 25 Februari 2015

RESENSI



RESENSI
ada yang tau novel "Ghost Elevator" ? itu novel terjemahan karya Lee Sin-Hye terbitan Hii fest setebal 163 halaman

Ghost Elevator adalah novel terjemahan yang berasal dari korea.bahasa dan kata kata yang digunakan cukup baku, tapi mudah untuk dipahami. Dari judul dan cover-nya, Pembaca akan segera tahu bahwa ini adalah novel yang bertema horor. Dalam novel ini, pengarang seakan akan membawa pembacanya ke dunia imajinasinya,banyak kejadian kejadian yang mungkin tidak bisa terbayangkan.
Novel ini bercerita tentang sepasang kekasih Ae Young dan Ki Woon yang selalu dihantui oleh seorang wanita berhanbok dan pita panjang persis seperti yang dipakai oleh manekin toko hanbok di deretan ruko kios tradisional. Wanita itu penghuni elevator di Marine Hill. Elevattor anker itu pernah membawa mereka ketempat asing yang menyeramkan
Hari itu Ae Young dan Ki Woon akan menikah,Ae young tiba tiba tersesat, ia terbawa oleh elevator Marine Hill ke lantai 66, tidak ada satupun orang yang bisa mendengar Ae Young disana, Ia seakan akan menghilang.
Dihari pernikahannya Ae Youn digantikan oleh hantu wanita berhanbok yang menjelema menjadi Ae Young, tanpa sepengetahuan orang lain tak terkecuali Ki Woon. Saat pernikahan nya AeYoung tidak mau memakai gaun pernikahan yang telah di sepakati, ia memakai kostum hanbok merah yang begitu indah.upacara pernikahan itu dibatalkan karena banyak kejadian kejadian aneh dalam resepsi pernikahan itu, seperti datangnya orang orang berwajah hitam membawa hamh, meninggalnya Eun Jung secara tragis, dan kecelakaan Ae Young saat di elevator, kepalanya putus terjepit pintu elevator, kemudian ia berubah menjadi cheonyeo gwishin atau kuntianak, sedangkan Ae Young yang sesungguhnya masih hidup dan tidak ada yang mempercayi keberadaan nya.dan Ki Woon hanya bisa menangis mengetahui calon istrinya mati secara tragis.
Seiring dengan berjalannya waktu Ki Woon sadar bahwa sebenarnya Ae Young yang asli masih hidup, dan cheonyeo gwishin itu bukan Ae Young, kemudian semua orang percaya bahwa Ae Young memang masih hidup.
Saat Ae Yong dan Ki Woon melewati toko hanbok di deretan ruko kios tradisional, ternyata toko itu milik Kun Sun dan Ja Hoon, orangtua kandungnya Ae Young yang dulu sempat gila karena trauma akan elevator,kemudian Ae Young di asuh oleh orang tua angkatnya, sekarang mereka dipertemukan dan berkumpul kembali.
Wanita berhanbok itu menepi di balik etalase, kemudian berubah menjadi sesosok manekin dengan tenang dan kaku, namun sepasang matanya masih jelalatan memperhtikan keempat manusia yang saling melepas rindu, kemudian kaca etalase tiba tiba pecah dan manekin itu bergerak dengan sendirinya,ternyata manekin itu adalah Chan Sook, ia melakukan semua ini sebagai sebagian dari pembalasan dendamnya terhadap Ja Hoon, ibu Ae Young. Tiba tiba pintu toko itu berubah menjadi sebuah elevator, kedua pasangan ini sudah pasrah terhadap takdir mereka ikhlas kalau memang mereka harus meti dengan bahagia bersama dengan orang-orang yang di cinta, mereka saling berpelukan. “kita mati dalam cinta...” desis Ja Hoon sambil berlinang air mata. Dari jauh, elevator itu tengah meluncur ke angkasa entah berpa lapis awan yang sudah ditembusnya.elevator itu tiba tiba berbalik jatuh ke bumi,lalu mereka bangun dari jatuhnya. Sedngkan Chan Sook terhenyak dengan dada yang rasanya hampir pecah menyaksikan ketulusan yang tak pernah dimilikinya.
Menurut saya buku ini terlalu banyak hal yang fiksinya, buku ini bisa membuat pembaca mengkhayalkan hal hal aneh yang diceritakan dala novel ini,seharusnya novel ini tidak terlalu banyak menceritakan hal fiksi berbau gaib yag berlebihan, buku ini sangat tidak cocok untuk dibaca anak anak. Kelebihan buku ini adalah alur ceritanya yang mudah dipahami,covernya bagus dan tiap bab di lengkapi gambar,dar segi bahasanya, novel ini sangat mudah dipahami. Pesan yang disampaikan novel ini juga sangat menarik, tentang ketulusan cinta yang bisa melindungi kita


Nama: Bunga Rusliana Putri
Kelas: 9A

0 komentar :

Posting Komentar