Menulis berarti menciptakan duniamu sendiri

bagi beberapa orang, menulis adalah cara untuk mengungkapkan perasaannya yang tidak bisa ia jelaskan dengan lisan saja.

MENULIS adalah ungkapan perasaan dan ide-ide kehidupan yang diciptakan melalui kata-kata.

menulis itu harus berani, tanpa henti,yang nantinya akan menjadi tempat pengungkapan semua yang tidak bisa dihentikanakan.

Setidaknya aku mencoba mengenalnya lebih dekat lagi

Saya masih belajar,tentunya karya-karya yang dihasilkan tidak lebih bagus dari mereka yang telah lama menjadi seorang pengarang besar.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 14 Februari 2018

Masih Sibuk juga? Adakah Waktu Untuk Orang Tuamu?



Setiap orang tua pasti sayang terhadap anaknya. Setiap orang tua pasti punya aturan yang berbeda beda, sebagai seorang anak tentu saya harus mematuhinya. Saya pernah terjebak situasi dimana orang tua saya ingin memiliki banyak waktu bersama saya, tetapi saya memiliki banyak kesibukan yang sulit untuk saya tinggalkan, padahal sebelumnya Orang tua saya memberikan saya kebebasan untuk melakukan segala hal yang saya sukai. Orang tua saya beranggapan bahwa ketika saya semakin dewasa maka waktu untuk bisa bersama akan berkurang bahkan pasti ada saat nya ketika anak sudah tidak punya waktu lagi untuk menemani orang tua nya karena memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang lain, hal ini yang membuat orang tua saya ingin memiliki banyak waktu bersama saya, padahal untuk usia remaja seperti saya ini butuh banyak pengalaman dan bercengkrama dengan orang banyak. Saya mengerti apa yang orang tua saya rasakan saat ini, karena suatu hari nanti saya akan berusaha mengejar pendidikan saya sejauh apapun seperti yang orang tua saya mau, setelah itu InshaAllah saya akan bekerja entah dimana akan ditempatkan, dan kelak pastinya saya akan menikah serta berkeluarga. Ketika saya sudah berkeluarga pastinya saya akan ikut pada suami saya, waktu yang saya miliki untuk bisa bersama orang tua saya semakin berkurang, memang saya tidak akan meninggalkan orang tua saya begitu saja, saya masih memiliki kewajiban untuk merawat orang tua saya, dan saya akan tetap menyanginya, tetapi apabila saat itu tiba mungkin saya akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan suami dan anak yang sudah menjadi kewajiban saya, dan umur seseorang pasti nya akan terus bertambah begitu pula dengan kedua orang tua saya. Oleh karena itu untuk sementara ini saya akan memprioritaskan orang tua saya dahulu, saya tidak ingin pada akhirnya saya menyesal karena tidak bisa memiliki waktu lagi bersama mereka.

Minggu, 04 Februari 2018

Berserah diri kepada Allah




Saya ingin berbagi pengalaman masalalu saya
Sejak kelas 6 SD saya selalu mengeluhkan kondisi fisik saya yang mudah lelah. Ketika saya kelelahan pasti suara saya menjadi pelan terkadang sampai hilang, bahkan saya merasa nafas saya pendek, tentu saja saya merasa tidak nyaman karena selain mengganggu dalam berkomunikasi dengan orang lain, teman teman saya juga sering menggoda saya dengan meniru cara bicara saya yg sedikit terengah-engah. Saya dan orang tua saya pastinya tidak diam saja dengan kondisi saya yg seperti ini. Ketika saya kelas 9 Saya bolak balik berobat ke rumah sakit Krakatau medika untuk mengetahui apa yg sebenarnya terjadi pada saya, mulai dari dokter THT, Dr paru-paru hingga dokter jantung yang saya datangi tapi masih tidak ada kejelasan, hingga akhirnya saya dan kedua orang tua saya memutuskan untuk berhenti periksa rutin kerumah sakit karena pada saat itu saya sedang sibuk menghadapi ujian ujian kelas 9. Tahun depannya saya cek lagi ke dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit yang sama, saya di rujuk untuk pergi ke Rumah sakit Kanker Dharmais.  Saya benar benar terkejut kenapa harus rumah sakit itu padahal dokter tidak menyebutkan saya terkena kanker.
Saya melakukan pemeriksaan di RSK Dharmais dan hasilnya menyebut kan bahwa ada sel kanker di kelenjar tiroid saya dan langsung dibuatkan jadwal operasi, dokter mengatakan bahwa saya akan diangkat kelenjar tiroid bagian kiri saja untuk pemeriksaan lab, apabila hasilnya ternyata sel kanker itu  memiliki resiko untuk menyebar maka kedua kelenjar tiroid tadi harus di angkat keduanya dan saya harus meminum obat setiap hari, setiap hari saya selalu memikirkan tentang segala kemungkinan yang akan terjadi pada saya, walaupun saya akan operasi di rumah sakit yang bagus dan berpengalaman tapi saya tetap hawatir apa bila operasi itu gagal maka pita suara saya akan bermasalah.
Pada hari yang telah ditentukan saya pergi kerumah sakit beberapa hari sebelum operasi untuk persiapan operasi, namun operasi dibatalkan karena kondisi fisik saya sedang tidak baik, dokter membuat jadwal ulang Minggu depan untuk operasi saya dan saya dipulangkan. Ketika saya kembali ke rumah sakit dan sudah siap untuk melakukan operasi, ayah saya berusaha meyakinkan, menenangkan saya agar tidak takut lagi dan menyerahkan segalanya kepada Allah, saya pasrah kepada Allah, dan meyerahkan segala kemungkinan yang akan terjadi pada saya kepada-Nya.
Saya melakukan operasi mulai pukul 10 pagi, dokter berkata pada mama saya oprasinya hanya 30menit, tapi sudah pukul 2siang dokter baru keluar, dan memberi tahu bahwa ia akan melakukan pemeriksaan lab mengenai kelenjar tiroid bagian kiri saya, dan hasil nya memang ada sel kanker yang cukup membahayakan, diperkirakan sudah menyebar ke bagian kanan tiroid, jadi dokter harus melakukan operasi pengangkatan kelenjar tiroid lagi. Setelah operasi, saya dibawa ke ruang HCU, jam 10 malam saya mulai sadar ditemani Mama saya, semua badan saya terasa sangat lemas, saya sulit bicara, suara saya sangat kecil, saya terus menangis karena kondisi saya yang seperti ini, saya melirik orang yg berbaring di kasur yang lain, kepalanya seperti terbelah dan diperban entah apa yang terjadi padanya, tidak ada satupun keluarga nya yg menemani nya, saya menangis lagi bukan karena meratapi kondisi saya, tapi karena saya merasa bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup sehat dan normal walaupun saya harus minum obat setiap hari, saya juga merasa bersyukur memiliki keluarga yang selalu menemani saya dalam kondisi apapun. Setelah saya keluar rumah sakit dan dalam proses penyembuhan, saya sulit makan dan minum sehingga berat badan saya turun drastis, suara saya sangat kecil, leher dan lengan kiri saya sakit untuk digerakkan karena bekas operasi dan ada selang pembuangan darah yang dipasang didalam tubuh saya dari leher ke bagian ketiak kiri. Tapi saya tidak pernah mengeluhkan kondisi saya karena orang tua, keluarga, dan teman-teman saya selalu memperhatikan saya, hingga akhirnya saya bisa bicara dengan suara normal lagi, dan tidak merasakan keluhan apapun pada diri saya, saya merasa sangat bersyukur kepada Allah.
Alhamdulillah :)

Cc : Pak Sayuti Drajat

Tugas PAI
Bunga Rusliana
12 Mipa 4

Kamis, 25 Februari 2016

Salam rindu

Bagaimana mungkin ruang dan waktu bersekutu datang menghampiriku,menjelema menjadi rasa yang menghantuiku saat semesta kehilangan warnanya tersapu rindu. Kutitip salam pada gorong gorong kapas dilangit biru. Sampaikanlah,mungkin besok atau lusa salam cinta sirna bersama matahari terbenam dan cahaya keemasannya. Akankah ku tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan

Sabtu, 03 Oktober 2015

Teks Anekdot Dan mengkonversi anekdot

Anekdot adalah cerita pendek yang bersifat lucu yang menghibur dan memiliki maksud untuk mengkritik, biasanya yang di kritik dalam teks anekdot berupa layanan publik, hukum, sosial,politik,dan lingkungan.
Tes Anekdot
Ditilang Polisi
            Suatu hari di jalan raya sedang ada rajia, pak Bimo akan pergi ke kantor mengendarai Sepeda motor, Pak Bimo lupa memakai helm, saat di perjalanan menuju kantor, pak Bimo di berhentikan oleh polisi.
Polisi               : “Pak, maaf anda saya tilang!”
Pak Bimo        : “Pak, saya sedang buru-buru”
Polisi               : “Aturan tetap saja aturan, tunjukan SIM dan STNK anda!”
Pak Bimo        : “Pak, ini sim saya, STNK dan uang 50.000”
Polisi               : “Hmm, baiklah,anda boleh melanjutkan perjalanan,tapi maaf,uang anda saya tahan”

Pak Bimo        “Oke, sampai jumpa pak”


Merubah Anekdot ke dalam bentuk puisi

Sederet Angka
karya: Bunga Rusliana


Dikeheningan pagi yang lenyapkan malam
Dikeramaian lampu jalan yang mulai padam
Disiram embun senja yang mengering begitu saja
Ditengah-tengah bisingnya ibu kota
Kutahu kini aturan bia dibeli dengan uang


Sebenarnya tak ada niatan menjadi pembangkang
Kutahu kini aturan bia dibeli dengan uang
Sungguh aku mengenal arti hukuman
Tapi waktu bisikan godaan setan

Hati ini menghela napas keraguan
Pancasila kini hanya sekedar pajangan
Nominal membutakan nurani kebangsaan
Dan nilai membuat kita sama-sama dalam kesenangan

Masihkah ini dibatas wajar
Cibiran bibir hangat terbangkan penyesalan
Aku taksepenuhnya bersalah
Tak seharusnya sederet angka menyingkirkan baktimu pada negara

Bunga Rusliana
X MIPA 5



DRAMA TRAGEDI SEMANGGI DAN PUISI TRAGEDI SEMANGGI

TRAGEDI SEMANGGI


kali ini aku mau post drama dan Puisi tentang tragedi semanggi, aku baper banget nih sama tragedi berdarah yang satu ini.


TRAGEDI SEMANGGI 1
Pada tanggal 11 maret 1998 melalui sidang umum MPR, Soeharto terpilih kembali menjadi presiden RI, serta melaksanakan pelantikan kabinet Pembangunan VII.
Berita Tv         : “Melalui sidang umum  MPR, Soeharto kembali terpilih menjadi presiden RI, serta langsung melaksanakan pelantikan kabinet pembangunan ke-7
Mahasiswa 1   : “Wah, Soeharto terpilih lagi jadi Presiden, mudah mudahan Indonesia menjadi lebih baik lagi yah”
Mahasiswa 2   : “iya betul”
            Setelah berjalan, ternyata keadaan bukannya membaik, perekonomian mengalami kemerosotan dan masalah sosial semakin menumpuk, kondisi dan situasi yang seperti ini mengundang perhatian rakyat.
Berita TV         : “Setelah dilantiknya Soeharto pada bulan maret lalu, perekonomian Indonesia mengalami kemerosotan, harga harga melabung tinggi...” (TV dimatikan)
Mahasiswa 1   : “Bagaimana ini? Kenapa sejak soeharto dilantik kembali perekonomian makin memburuk”
Mahasiswa2    : “Ini tidak bisa dibiarkan, kita harus beri tahu temen teman yang lain. Kita harus menurunkan soeharto, jika terus begini, bagaimana nasib bangsa kita”
Mahasiswa 1   : “ya, saya setuju, ayo kita berangkat sekarang”
            Memasuki bulan Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut turunnya Soeharto dari kursi kepresidenannya. Pada tanggal 19 Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut turunnya Soeharto dari kursi kepresidenannya.
Pendemo 1 : “Turunkan Soeharto! Turunkan Soeharto!”
Pendemo 2 :” Turunkan harga beras!”
Pendemo 3 : “Perekonomian makin memburuk! Kami tidak dapat membeli barang barang   pokok!”
Pendemo 1 : “Ya, Betul! Betul!
Pendemo 2 :” Harga-harga semakin mahal!”
            Pada tanggal 19 Mei 1998 puluhan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya berhasil menduduku gedung MPR/DPR. Akhirnya setelah banyak protes, demonstrasi dan krusuhan. Pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyampaikan pidato pengunduran dirinya.
(Berita TV) : “Pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB di IstanaMerdeka yang dihadiri oleh MENHANKAM/Pangab Wiranto, Mensesneg Saadilah Mursjid, Mentri Penerangan Ahli Dahlan, Mentri Kehakiman Mulani dan Wapres B.J Habibie beserta pimpinan Mahkamah Agung, Ketua DPR, Sekjen DPR. Di hadapan wartawan dalam dan luar negri Presiden Soeharto menyampaikan pidato pengunduran dirinya sebagai presiden. Berikut siaran langsung dari Istana Merdeka”
*(Pidato Soeharto)
Mahasiswa  :”Horeee... Horee..”
Mahasiswa  :”Akhirnya kita berhasil menjatuhkan rezim Soeharto”
Mahasiswa  :”Iya betul, akhirnya berhasil juga”
Mahasiswa  :”Eh...Eh... tapi abis itu siapa yang jadi Presiden?”
Mahasiswa  :”Oh iya ya, nanti kita liat aja perkembangan selanjutnya”
Mahasiswa  :”Oke”
            Usai Presiden Soeharto menyampaikan pidatonya, Wakil Presiden B.J Habibie langsung diangkat menjadi presiden ketiga di hadapan pimpinan Mahkamah Agung. Peristiwa Bersejarah ini disambut dengan haru biru oleh masyarakat terutama mahasiswa yang berada di gedung MPR/DPR. Akhirnya Rezim Orde Baru dibawah kekuasaan Soeharto berakhir dan era Reformasi di mulai di bawah pimpinan B.J Habibie.
*(Penyerahan Kekuasaan Kepada B.J Habibie)
(Berita TV)  : “Naiknya B.J Habibie menggantikan Soeharto mengundang kontroversi hukum karena Soeharto menyerahkan sepihak kekuasaannya kepada Habibie. Pemirsa, berikut pendapat masyarakat tentang diangkatnya Wakil Presiden B.J Habibie menggantikan Presiden Soeharto.”
Reporter         :”Mbak, bagaimana pendapat anda mengenai penyerahan kekuasaan sepihak yang dilakukan Presiden Soeharto kepada Wakil Prsiden Habibie?”
Narasumber 1:” Saya tidak setuju, karena Habibie masih produk Orde Baru, saya masih kurang percaya dengan Pak Habibie”
Reporter          :” Ya, terima kasih Mbak atas waktunya”
Narasumber 1 :”Iya Mbak, sama-sama”
Reporter          :” Permisi Mas, boleh minta waktunya sebentar?”
Narasumber 2   :” Oh iya Mbak, boleh”
Reporter          :” Mas saya mau tanya, bagaimana pendapat Mas tentang penyerahan kekuasaan secara sepihak kepada Wakil Presiden B.J Habibie?”
Narasumber 2 :”Saya sih bersikap netral aja Mbak, soalnya kan Jabatan Presiden sedang kosong, sedangkan Jabatan Presiden kan gak boleh kosong.”
Reporter          :”Baik, terima kasih Mas atas waktunya”
Narsumber 2  :”Iya Mbak sama-sama”
Reporter          :”Permisi Mas, saya mau minta waktunya sebentar “
Narasumber 3 : “Oh iya Mbak boleh, boleh”
Reporter          :” Mas bagaimana menurut Mas tentang penyerahan kekuasaan secara sepihak kepada Wakil Presiden B.J Habibie?”
Narasumber 3 :” Menut saya penyerahan kekuasaan kepada Pak Habibie itu sah-sah saja Mbak”
Reporter           :” Oke, terima kasih ya Mas atas waktunya”
Narasumber 3 :”Oh iya... Mbak sama-sama”
Reporter          :”Ya, Pemirsa demikian pendapat masyarakat tentang diangkatnya Wakil Presiden B.J Habibie menjadi Presiden, kembali ke studio”
            Setelah diangkatnya Wakil Presiden Habibie menjadi Presiden, ada berbagai langkah-langkah kebijakan setelah terbentuknya kabinet Reformasi Pembangunan, antara lain: Kebijakan di bidang politik, di bidang ekonomi, dan kebijakan pada bidang manajemen Internal ABRI. Ditengah-tengah upaya pemerintahan Habibie memenuhi tuntuntan reformasi, Pemerintahan Habibie dituduh melakukan indakan yang bertentangan dengan kesepakatan MPR mengenai masalah Timor-Timur. Pemerintah juga dinilai gagal dalam mengusut kekayaan Soeharto dan kroni-kroninya.
Mahasiswa  : “Gimana sih ini? Masa pengusutan kekayaan Soeharto belum selesai selesai juga?”
Mahasiswa   :”Iya nih, masa belum selesa juga? Atau jangan-jangan Pak Haibie masih bersekutu sama Pak Soeharto?”
Mahasiswa   :”Wah bener juga sih, jangan-jangan”
Mahasiswa   :”Kita harus tuntut Presiden Soeharto agar mau menuntaskan pengusutan kekayaan Soeharto”
Mahasiswa   :”Iya Betul, Betul itu”
(Berita TV)     :”Pemirsa, Para Mahasiswa dariberbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya bergerak menuju ke gedung MPR/DPR, mereka menolak kepemimpinan Presiden Habibie, karena dinilai gagal dalam melaksanakan agenda reformasi untuk memeriksa harta Soeharto dan mengadilinya.”
            Pada tanggal 12 November 1998, ratusan ribu mahasiswa dan msyarakat menuju ke gedung DPR/MPR dari segala arah Slipi-Kuningan-Semanggi, tetapi tidak ada yang berhasil menembus ke sana karena di kawal ketat oleh Tentara, BRIMOB, dan Pamswakarsa. Pada malamhari terjadi bentrok dan ribuan mahasiswa luka-luka dan masuk rumah sakit.
Pada saat penutupan Sidang Istimewa MPR, Jumat 13 November 1998 malam. Terjadi rangkaian penembakan membabi buta berlangsung sejak pukul 15.45 WIB sampai tengah malam. Darah berceceran di kawasan Semanggi, yang jaraknya hanya satu kilometer dari tempat wakil rakyat bersidang. Tujuh belas orang tewas dalam kejadian ini dan 253 mahasiswa luka-luka. Karena banyaknya korban bentrok di kawasan Semanggi, maka bentrokan ini di beri nama “Tragedi Semanggi”.
            Tragedi Semanggi ini merupakan slah satu pelanggaran ham berat dan merupakan kejahatan terhadap kemanusian. Kejaksaan agung telah mengambill sikap terakhir yaitu tidak dapat menindaklanjuti panyelidikan komnas HAM dalam kasus ini. Hal iu disebabkan krena DPR sudah memutuskan bahwa tidak ditemukan pelanggaran HAM berat. Pemerintah selalu menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara hukum, namun kenyataannya penegakan hukum di indonesia kurang ditegakan.



PUISI

NOVEMBER BERDARAH
Tak bosankah kau menjadi raja?
Keegoisanmu mengutuk nasib kita
Ingin ku robohkan keangkuhanmu
Tapi senapan terlanjur bicara
Selembaran,Seruan terpal dan teriakan orasi kita
Mengapa kau jawab dengan senjata?
Kami adalah Bunga,bakal penerus bangsa
Yang kau tebar biji keegoisan
Tumbuh bersama,lalu kau buat menghancur
Dimana arti MERDEKA?
Kami butuh algojo bangsa!
Penegak hak asasi kita
Sudahkah kita temukan makna pncasila?

karya: Bunga Rusliana