TRAGEDI SEMANGGI
kali ini aku mau post drama dan Puisi tentang tragedi semanggi, aku baper banget nih sama tragedi berdarah yang satu ini.
TRAGEDI SEMANGGI 1
Pada tanggal 11 maret
1998 melalui sidang umum MPR, Soeharto terpilih kembali menjadi presiden RI,
serta melaksanakan pelantikan kabinet Pembangunan VII.
Berita Tv : “Melalui sidang umum
MPR, Soeharto kembali terpilih menjadi presiden RI, serta langsung
melaksanakan pelantikan kabinet pembangunan ke-7
Mahasiswa 1 : “Wah, Soeharto terpilih lagi jadi Presiden, mudah mudahan
Indonesia menjadi lebih baik lagi yah”
Mahasiswa 2 : “iya betul”
Setelah
berjalan, ternyata keadaan bukannya membaik, perekonomian mengalami kemerosotan
dan masalah sosial semakin menumpuk, kondisi dan situasi yang seperti ini
mengundang perhatian rakyat.
Berita TV : “Setelah dilantiknya Soeharto pada bulan maret lalu,
perekonomian Indonesia mengalami kemerosotan, harga harga melabung tinggi...”
(TV dimatikan)
Mahasiswa 1 : “Bagaimana ini? Kenapa sejak soeharto dilantik kembali
perekonomian makin memburuk”
Mahasiswa2 : “Ini tidak bisa dibiarkan, kita harus beri tahu temen teman
yang lain. Kita harus menurunkan soeharto, jika terus begini, bagaimana nasib
bangsa kita”
Mahasiswa 1 : “ya, saya setuju, ayo kita berangkat sekarang”
Memasuki
bulan Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar
demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut turunnya Soeharto dari kursi
kepresidenannya. Pada tanggal 19 Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah
mulai bergerak menggelar demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut
turunnya Soeharto dari kursi kepresidenannya.
Pendemo 1 : “Turunkan Soeharto!
Turunkan Soeharto!”
Pendemo 2 :” Turunkan harga beras!”
Pendemo 3 : “Perekonomian makin
memburuk! Kami tidak dapat membeli barang barang pokok!”
Pendemo 1 : “Ya, Betul! Betul!
Pendemo 2 :” Harga-harga semakin
mahal!”
Pada
tanggal 19 Mei 1998 puluhan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di
Jakarta dan sekitarnya berhasil menduduku gedung MPR/DPR. Akhirnya setelah
banyak protes, demonstrasi dan krusuhan. Pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden
Soeharto menyampaikan pidato pengunduran dirinya.
(Berita TV) : “Pada tanggal 21 Mei
1998 pukul 09.00 WIB di IstanaMerdeka yang dihadiri oleh MENHANKAM/Pangab
Wiranto, Mensesneg Saadilah Mursjid, Mentri Penerangan Ahli Dahlan, Mentri
Kehakiman Mulani dan Wapres B.J Habibie beserta pimpinan Mahkamah Agung, Ketua
DPR, Sekjen DPR. Di hadapan wartawan dalam dan luar negri Presiden Soeharto
menyampaikan pidato pengunduran dirinya sebagai presiden. Berikut siaran
langsung dari Istana Merdeka”
*(Pidato Soeharto)
Mahasiswa :”Horeee... Horee..”
Mahasiswa :”Akhirnya kita berhasil menjatuhkan rezim
Soeharto”
Mahasiswa :”Iya betul, akhirnya berhasil juga”
Mahasiswa :”Eh...Eh... tapi abis itu siapa yang jadi
Presiden?”
Mahasiswa :”Oh iya ya, nanti kita liat aja perkembangan
selanjutnya”
Mahasiswa :”Oke”
Usai
Presiden Soeharto menyampaikan pidatonya, Wakil Presiden B.J Habibie langsung
diangkat menjadi presiden ketiga di hadapan pimpinan Mahkamah Agung. Peristiwa
Bersejarah ini disambut dengan haru biru oleh masyarakat terutama mahasiswa
yang berada di gedung MPR/DPR. Akhirnya Rezim Orde Baru dibawah kekuasaan
Soeharto berakhir dan era Reformasi di mulai di bawah pimpinan B.J Habibie.
*(Penyerahan Kekuasaan Kepada B.J
Habibie)
(Berita TV) : “Naiknya B.J Habibie menggantikan Soeharto
mengundang kontroversi hukum karena Soeharto menyerahkan sepihak kekuasaannya
kepada Habibie. Pemirsa, berikut pendapat masyarakat tentang diangkatnya Wakil
Presiden B.J Habibie menggantikan Presiden Soeharto.”
Reporter :”Mbak, bagaimana pendapat anda
mengenai penyerahan kekuasaan sepihak yang dilakukan Presiden Soeharto kepada
Wakil Prsiden Habibie?”
Narasumber 1:” Saya tidak setuju,
karena Habibie masih produk Orde Baru, saya masih kurang percaya dengan Pak
Habibie”
Reporter :” Ya, terima kasih Mbak atas
waktunya”
Narasumber 1 :”Iya Mbak, sama-sama”
Reporter :” Permisi Mas, boleh minta waktunya
sebentar?”
Narasumber 2 :” Oh iya Mbak, boleh”
Reporter :” Mas saya mau tanya, bagaimana
pendapat Mas tentang penyerahan kekuasaan secara sepihak kepada Wakil Presiden
B.J Habibie?”
Narasumber 2 :”Saya sih bersikap
netral aja Mbak, soalnya kan Jabatan Presiden sedang kosong, sedangkan Jabatan
Presiden kan gak boleh kosong.”
Reporter :”Baik, terima kasih Mas atas
waktunya”
Narsumber 2 :”Iya Mbak sama-sama”
Reporter :”Permisi Mas, saya mau minta waktunya
sebentar “
Narasumber 3 : “Oh iya Mbak boleh,
boleh”
Reporter :” Mas bagaimana menurut Mas tentang
penyerahan kekuasaan secara sepihak kepada Wakil Presiden B.J Habibie?”
Narasumber 3 :” Menut saya penyerahan
kekuasaan kepada Pak Habibie itu sah-sah saja Mbak”
Reporter :” Oke, terima kasih ya Mas atas
waktunya”
Narasumber 3 :”Oh iya... Mbak
sama-sama”
Reporter :”Ya, Pemirsa demikian pendapat
masyarakat tentang diangkatnya Wakil Presiden B.J Habibie menjadi Presiden,
kembali ke studio”
Setelah
diangkatnya Wakil Presiden Habibie menjadi Presiden, ada berbagai
langkah-langkah kebijakan setelah terbentuknya kabinet Reformasi Pembangunan,
antara lain: Kebijakan di bidang politik, di bidang ekonomi, dan kebijakan pada
bidang manajemen Internal ABRI. Ditengah-tengah upaya pemerintahan Habibie
memenuhi tuntuntan reformasi, Pemerintahan Habibie dituduh melakukan indakan
yang bertentangan dengan kesepakatan MPR mengenai masalah Timor-Timur. Pemerintah
juga dinilai gagal dalam mengusut kekayaan Soeharto dan kroni-kroninya.
Mahasiswa : “Gimana sih ini? Masa pengusutan kekayaan
Soeharto belum selesai selesai juga?”
Mahasiswa :”Iya nih, masa belum selesa juga? Atau
jangan-jangan Pak Haibie masih bersekutu sama Pak Soeharto?”
Mahasiswa :”Wah bener juga sih, jangan-jangan”
Mahasiswa :”Kita harus tuntut Presiden Soeharto agar
mau menuntaskan pengusutan kekayaan Soeharto”
Mahasiswa :”Iya Betul, Betul itu”
(Berita TV) :”Pemirsa, Para Mahasiswa dariberbagai
perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya bergerak menuju ke gedung MPR/DPR,
mereka menolak kepemimpinan Presiden Habibie, karena dinilai gagal dalam
melaksanakan agenda reformasi untuk memeriksa harta Soeharto dan mengadilinya.”
Pada
tanggal 12 November 1998, ratusan ribu mahasiswa dan msyarakat menuju ke gedung
DPR/MPR dari segala arah Slipi-Kuningan-Semanggi, tetapi tidak ada yang
berhasil menembus ke sana karena di kawal ketat oleh Tentara, BRIMOB, dan
Pamswakarsa. Pada malamhari terjadi bentrok dan ribuan mahasiswa luka-luka dan
masuk rumah sakit.
Pada saat penutupan Sidang Istimewa
MPR, Jumat 13 November 1998 malam. Terjadi rangkaian penembakan membabi buta
berlangsung sejak pukul 15.45 WIB sampai tengah malam. Darah berceceran di kawasan
Semanggi, yang jaraknya hanya satu kilometer dari tempat wakil rakyat
bersidang. Tujuh belas orang tewas dalam kejadian ini dan 253 mahasiswa
luka-luka. Karena banyaknya korban bentrok di kawasan Semanggi, maka bentrokan
ini di beri nama “Tragedi Semanggi”.
Tragedi
Semanggi ini merupakan slah satu pelanggaran ham berat dan merupakan kejahatan
terhadap kemanusian. Kejaksaan agung telah mengambill sikap terakhir yaitu
tidak dapat menindaklanjuti panyelidikan komnas HAM dalam kasus ini. Hal iu
disebabkan krena DPR sudah memutuskan bahwa tidak ditemukan pelanggaran HAM
berat. Pemerintah selalu menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara hukum, namun
kenyataannya penegakan hukum di indonesia kurang ditegakan.
PUISI
NOVEMBER BERDARAH
Tak bosankah kau menjadi raja?
Keegoisanmu mengutuk nasib kita
Ingin ku robohkan keangkuhanmu
Tapi senapan terlanjur bicara
Selembaran,Seruan terpal dan teriakan orasi kita
Mengapa kau jawab dengan senjata?
Kami adalah Bunga,bakal penerus bangsa
Yang kau tebar biji keegoisan
Tumbuh bersama,lalu kau buat menghancur
Dimana arti MERDEKA?
Kami butuh algojo bangsa!
Penegak hak asasi kita
Sudahkah kita temukan makna pncasila?
karya: Bunga Rusliana