Di
Ujung Sabit Rembulan
Saat
kamu tersenyum
Aku
tak bisa mengukur seberapa jauhnya jarakku dari rasa bahagia
Ingin
sekali ku katakan
Betapa
berartinya senyummu untukku
Kau
hanya butuh waktu sekejap
untuk
melumpuhkanku dalam sekali tatap
Kau
hanya butuh sedikit waktu
Untuk
melumpuhkanku karena senyummu
Dan
aku hanya bisa tersenyum padamu
Saat
kau tersenyum di ingatanku
Aku
terpesona!
Mungkin
aku hanya satu dari banyaknya bintang yang terangnya kau campakkan
Sekarang
aku menilis namamu
Di
balik makna sebuah puisi
Diantara
debu, bayang pepohonan, di pagar batu
Aku
masih sibuk memikirkanmu
Aku
selalu membayangkanmu
Sebagai
awan yang lebih indah dari senja
Disini
akau hanya bisa mengagumimu dari kejauhan
Karena
kamu adalah hujan dibalik jendela
Yang
perlahan mengubahku menjadi tetesan air mata
Seharusnya
kau percaya pada air mata itu
Karena
air mata tidak dapat menyembunyikan apapun
Bahkan
rela sengaja dijatuhkan
Disini
aku sendiri
Ditemani
alunan malam
Diujung
sabit rembulan
Bersama
air mata yang menghujan

0 komentar :
Posting Komentar