Selasa, 24 Februari 2015

Di Ujung Sabit Rembulan



Di Ujung Sabit Rembulan

Saat kamu tersenyum
Aku tak bisa mengukur seberapa jauhnya jarakku dari rasa bahagia
Ingin sekali ku katakan
Betapa berartinya senyummu untukku
Kau hanya butuh waktu sekejap
untuk melumpuhkanku dalam sekali tatap
Kau hanya butuh sedikit waktu
Untuk melumpuhkanku karena senyummu
Dan aku hanya bisa tersenyum padamu
Saat kau tersenyum di ingatanku

Aku terpesona!
Mungkin aku hanya satu dari banyaknya bintang yang terangnya kau campakkan
Sekarang aku menilis namamu
Di balik makna sebuah puisi
Diantara debu, bayang pepohonan, di pagar batu
Aku masih sibuk memikirkanmu
Aku selalu membayangkanmu
Sebagai awan yang lebih indah dari senja

Disini akau hanya bisa mengagumimu dari kejauhan
Karena kamu adalah hujan dibalik jendela
Yang perlahan mengubahku menjadi tetesan air mata
Seharusnya kau percaya pada air mata itu
Karena air mata tidak dapat menyembunyikan apapun
Bahkan rela sengaja dijatuhkan

Disini aku sendiri
Ditemani alunan malam
Diujung sabit rembulan
Bersama air mata yang menghujan

0 komentar :

Posting Komentar