Aku sendiri sebenarnya belum pernah menonton Tari Cokek secara langsung sih, Baru nonton di You tobe hihihihi XD
Tari Cokek
Sebagian orang masih merasa asing dengan tarian ini. Cokek adalah seni pertunjukan yang berkembang pada abad ke-19M di Kabupaten Tanggerang, Provinsi Banten.Cokek merupakan
tradisi lokal masyarakat Betawi dan China Benteng. Tari cokek ini di iringi orkes Gambang Kromong, Alunan musik Gamabang Kromong merupakan hasil kombinasi suara yang di timbulkan oleh rebab dua dawai, suling, kempul, gong,kendang,dan kecrek.Gerakan tubuh penari perlahan dan mudah diikuti, formasi memanjang, kaki penari melangkah maju dan mundur diikuti rentangan tangan setinggi bahu yang disesuaikan dengan gerakan kaki, kemudian dilanjutkan dengan ajakan kepada para penonton untuk bergabung dengan cara mengalungkan selendang ke leher penonton sambil menariknya maju kedepan.Busana yang dipakai penari cokek adalah kebaya yang terbuat dari kain sutera barwarna hijau,merah,kuning,dan ungu. rambut penari dikepang dan dipasang sanggul.
Tarian Cokek mirip sintren dari Cirebon atau sejenis ronggeng di Jawa Tengah. Tarian ini kerap identik dengan keerotisan penari, yang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat lantaran dalam peragaannya, pria dan wanita menari berpasangan dalam posisi berdempet-dempetan.
hmm, kalian tau kan, tiap postingan aku ujung ujung nya pasti ada puisi, ya tidak terkecuali dengan postingan ini. Tenang aja, ada kok puisi tentang tari cokek.
check it out...
Tenggelam Dalam Budaya Tabu
karya: Bunga Rusliana
Langit hitam bertabur bintang
Angin malam terbangkan kesunyian
Ditemani tarian kunang kunang
Bersama aku yang semakin terlupakan
Terasing disudut perkotaan
Sepi, hanya itu yang kurasakan
Terdiam dikeheningan malam
memandangi sinar kegelapan
Berjalan diantara bayang rerumputan
Dari jauh samar kudengar
Alunan nada merdu menggoyang pepohonan
Ada apakah gerangan?
Setitik cahaya redup
Dipanggung sepi, jauh dari keramaian
Lantunan musik menuntunku pada tepi pertunjukan
Kepang sanggul dalam satu nada
Kilauan pelangi sutera dalam kegelapan hati
Gerak gadis bermata sipit dalam bayang tabu
Lemah gemulai si Enchi none Betawi
Gadis manis turunan cina
tak peduli perbedaan bangsa budaya
menyatu dalam satu gerak dan irama
Tenggelam dalam alunan Gambang Kromong
Lenggokan Cokek budaya Banten
Perlahan lahan menyatu dengan malam
membentuk rangkaian kumbang diatas dahan
Langkah kaki dan tanagan meyempurnakan
saling bergantian mengisi kepenatan
Terpesona aku dibuatnya
Sehelai selendang terbang menuju angan
Jatuh pada kegembiraan
Membawanya ikut bergoyang
Berbagi tawa kelabu
Mentertawakan bayang semu
berbaur keceriaan penonton dan penari
Bidadari molek yang menari-nari
Bergerak gemulai laksana tuan putri
Berjuang mempertahankan budaya negeri
Tetap menari
meski tak dihargai
Dipanggung ini, yang selalu sepi
Gerakan yang indah menawan
mengandung nilai kebudayaan
semakin lama semakin terlupakan
semakin lama semakin terasingkan
Apakah ini akan terlupakan?
atau memang sudah dilupakan?
Apakah ini akan terasingkan?
atau memang sudah diasingkan?
Cokekku sudah tergerus budaya masa kini
Cokekku seakan hilang ditelan waktu
namun cokekku terus menanti
menggeliat mencari jati diri
berjalan dilangkah semu
cokekku akan tetap abadi
dalam pelukan Ibu Pertiwi.
sumber
https://riniintama.wordpress.com/kebudayaan-tari-cokek/
.jpg)